1. Apa yang dilakukan alat ini
Pemeriksa layanan web daring gratis ini memungkinkan Anda memeriksa apakah situs web atau API aktif—masukkan URL (satu per baris) dan lihat kode status HTTP, waktu respons, dan ketersediaan. Gunakan untuk cek uptime, cek kesehatan API, atau status situs web untuk pemantauan dan debugging. Tanpa daftar, tanpa proxy; browser Anda mengambil setiap URL langsung sehingga tidak ada yang melalui server kami. Cocok untuk cek uptime, kesehatan API, debug konektivitas, atau cek CORS.
2. Cara menggunakannya
Mulai cepat: Tempel atau ketik URL (satu per baris, maks 20), tambah https:// jika tidak ada, klik Cek, lalu lihat tabel (URL, kode status, waktu respons, status). Hijau = Up atau Reachable, Kuning = Redirect, Merah = error atau blocked.
- Masukkan URL — Tempel atau ketik URL, satu per baris (atau dipisah koma). Tambah
https://jika tidak ada. - Klik Cek — Alat memvalidasi URL, lalu mengambil setiap URL dalam batch 5.
- Lihat hasil — Tabel menampilkan URL, kode status HTTP, waktu respons (ms), dan status (Up, Redirect, Client Error, Server Error, Timeout, Reachable, CORS blocked).
- Interpretasi status — Hijau = Up (2xx) atau Reachable (CORS terbatas), Kuning = Redirect (3xx), Merah = error atau blocked.
3. Cara kerjanya
URL di-parse (dipisah baris baru atau koma), dipangkas, dan divalidasi. Hanya http dan https yang diizinkan. Setiap URL pertama di-fetch dengan fetch() mode: "cors" untuk mendapatkan status penuh. Jika gagal dengan error mirip CORS, alat mencoba lagi dengan mode: "no-cors" — jika permintaan berhasil, situs dilaporkan sebagai Reachable (status tidak diketahui). Permintaan berjalan dari browser Anda; CORS berlaku untuk percobaan pertama. Cooldown 5 detik mencegah cek ulang cepat. Maksimal 20 URL per jalankan. Semua perhitungan berjalan di browser Anda. Tidak ada data yang dikirim ke server kami.
4. Kasus penggunaan & contoh
- Cek uptime — Verifikasi beberapa endpoint merespons.
- Kesehatan API — Ping beberapa URL API dengan cepat.
- Debug konektivitas — Lihat URL mana yang merespons dan mana yang timeout.
- Cek CORS — Identifikasi situs mana yang mengizinkan permintaan cross-origin.
Contoh
- URL ramah CORS (mis. https://httpbin.org/get) → 200, Up
- https://httpbin.org/status/404 → 404, Client Error
- Situs dengan CORS ketat → Reachable (CORS terbatas) atau CORS blocked
5. Batasan & kendala
- CORS — Situs yang memblokir CORS dapat menampilkan "Reachable" (merespons; status tidak diketahui) atau "CORS blocked". Kode status penuh membutuhkan target yang mengaktifkan CORS.
- Maks 20 URL — Per cek.
- Timeout 8 s — Setiap URL punya batas 8 detik.
- Cooldown 5 s — Tunggu 5 detik sebelum menjalankan cek lain.
- Hanya http/https — Skema lain ditolak.
- Batas browser — Tunduk pada kebijakan same-origin dan perilaku fetch browser.